Senin, 14 Maret 2011

IT Forensik

Komputer Forensik adalah :
• Definisi sederhana : penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem computer dengan menggunakan software dan tool untuk mengambil dan memelihara barang bukti tindakan kriminal.
• Menurut Judd Robin, seorang ahli komputer forensik : “Penerapan secara sederhana dari penyelidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin”.
• New Technologies memperluas definisi Judd Robin dengan: “Komputer forensik berkaitan dengan pemeliharaan, identifikasi, ekstraksi dan dokumentasi bukti-bukti komputer yang tersimpan dalam wujud informasi magnetik”.
• Menurut Dan Farmer & Wietse Venema : “Memperoleh dan menganalisa data dengan cara yang bebas dari distorsi atau sebisa mungkin, untuk merekonstruksi data atau apa yang telah terjadi pada waktu sebelumnya di suatu sistem”.
Prosedur dalam Forensik IT
Prosedur Forensik yang umum digunakan adalah :
1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
2. Membuat finerptint dari data secara matematis.
3. Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4. Membuat suatu hashes masterlist
5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.
Sedangkan menurut metode Search dan Seizure adalah :
1. Identifikasi dan penelitian permasalahan.
2. Membaut hipotesa.
3. Uji hipotesa secara konsep dan empiris.
4. Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut jauh dari apa yang diharapkan.
5. Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.
Tools dalam Forensik IT
1. antiword
Antiword merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan teks dan gambar dokumen Microsoft Word. Antiword hanya mendukung dokumen yang dibuat oleh MS Word versi 2 dan versi 6 atau yang lebih baru.
2. Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).
3. binhash
binhash merupakan sebuah program sederhana untuk melakukan hashing terhadap berbagai bagian file ELF dan PE untuk perbandingan. Saat ini ia melakukan hash terhadap segmen header dari bagian header segmen obyek ELF dan bagian segmen header obyekPE.
4. sigtool
sigtcol merupakan tool untuk manajemen signature dan database ClamAV. sigtool dapat digunakan untuk rnenghasilkan checksum MD5, konversi data ke dalam format heksadesimal, menampilkan daftar signature virus dan build/unpack/test/verify database CVD dan skrip update.
5. ChaosReader
ChaosReader merupakan sebuah tool freeware untuk melacak sesi TCP/UDP/… dan mengambil data aplikasi dari log tcpdump. la akan mengambil sesi telnet, file FTP, transfer HTTP (HTML, GIF, JPEG,…), email SMTP, dan sebagainya, dari data yang ditangkap oleh log lalu lintas jaringan. Sebuah file index html akan tercipta yang berisikan link ke seluruh detil sesi, termasuk program replay realtime untuk sesi telnet, rlogin, IRC, X11 atau VNC; dan membuat laporan seperti laporan image dan laporan isi HTTP GET/POST.
6. chkrootkit
chkrootkit merupakan sebuah tool untuk memeriksa tanda-tanda adanya rootkit secara lokal. la akan memeriksa utilitas utama apakah terinfeksi, dan saat ini memeriksa sekitar 60 rootkit dan variasinya.
7. dcfldd
Tool ini mulanya dikembangkan di Department of Defense Computer Forensics Lab (DCFL). Meskipun saat ini Nick Harbour tidak lagi berafiliasi dengan DCFL, ia tetap memelihara tool ini.
8. ddrescue
GNU ddrescue merupakan sebuah tool penyelamat data, la menyalinkan data dari satu file atau device blok (hard disc, cdrom, dsb.) ke yang lain, berusaha keras menyelamatkan data dalam hal kegagalan pembacaan. Ddrescue tidak memotong file output bila tidak diminta. Sehingga setiap kali anda menjalankannya kefile output yang sama, ia berusaha mengisi kekosongan.
9. foremost
Foremost merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk me-recover file berdasarkan header, footer, atau struktur data file tersebut. la mulanya dikembangkan oleh Jesse Kornblum dan Kris Kendall dari the United States Air Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems Security Studies and Research. Saat ini foremost dipelihara oleh Nick Mikus seorang Peneliti di the Naval Postgraduate School Center for Information Systems Security Studies and Research.
10. gqview
Gqview merupakan sebuah program untuk melihat gambar berbasis GTK la mendukung beragam format gambar, zooming, panning, thumbnails, dan pengurutan gambar.
11. galleta
Galleta merupakan sebuah tool yang ditulis oleh Keith J Jones untuk melakukan analisis forensic terhadap cookie Internet Explorer.
12. Ishw
Ishw (Hardware Lister) merupakan sebuah tool kecil yang memberikan informasi detil mengenai konfigurasi hardware dalam mesin. la dapat melaporkan konfigurasi memori dengan tepat, versi firmware, konfigurasi mainboard, versi dan kecepatan CPU, konfigurasi cache, kecepatan bus, dsb. pada sistem t>MI-capable x86 atau sistem EFI.
13. pasco
Banyak penyelidikan kejahatan komputer membutuhkan rekonstruksi aktivitas Internet tersangka. Karena teknik analisis ini dilakukan secara teratur, Keith menyelidiki struktur data yang ditemukan dalam file aktivitas Internet Explorer (file index.dat). Pasco, yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “browse”, dikembangkan untuk menguji isi file cache Internet Explorer. Pasco akan memeriksa informasi dalam file index.dat dan mengeluarkan hasil dalam field delimited sehingga dapat diimpor ke program spreadsheet favorit Anda.
14. scalpel
calpel adalah sebuah tool forensik yang dirancang untuk mengidentifikasikan, mengisolasi dan merecover data dari media komputer selama proses investigasi forensik. Scalpel mencari hard drive, bit-stream image, unallocated space file, atau sembarang file komputer untuk karakteristik, isi atau atribut tertentu, dan menghasilkan laporan mengenai lokasi dan isi artifak yang ditemukan selama proses pencarian elektronik. Scalpel juga menghasilkan (carves) artifak yang ditemukan sebagai file individual.

EMPAT ELEMEN KUNCI FORENSIK dalam Teknologi Informasi :
1. IDENTIFIKASI dari Bukti Digital
Identifikasi dimana bukti itu berada dan disimpan, dan bagaimana penyimpanannya. Forensik bidang TI selain pada komputer dapat juga pada telepon seluler, kamera digital, smart cards dsb.
2. PENYIMPANAN Bukti Digital
Penyimpanan idealnya selain untuk menghindari kehilangan, juga ditekankan agar bukti digital tsb tetap tidak berubah baik bentuk, isi, makna dsb dalam jangka waktu yang lama.
3. ANALISA Bukti Digital
Suatu bukti harus melewati pemrosesan dan interpretasi sebelum diberikan pada pihak lain.
4. PRESENTASI Bukti Digital
Presentasi disini berupa penunjukan bukti digital yang berhubungan dgn kasus yang disidangkan, bukti tersebut akan diuji otentifikasi dan korelasi dengan kasus terkait.

RULES OF EVIDENCES
Barang bukti harus relevan dengan kasus yang ada, syaratnya :
a. Dapat diterima ( Admissible ) ; dapat dipergunakan demi hukum, mulai dari kepentingan penyidikan sampai ke pengadilan.
b. Asli ( Authentic ) ; relevan, bukan rekayasa.
c. Lengkap ( Complete ) ; didalamnya terdapat banyak petunjuk yang dapat membantu proses investigasi.
d. Dapat dipercaya (Believable & Reliable) ; bukti dapat mengatakan hal yang terjadi dibelakangnya.

Sebelum melakukan audit IT kita harus membuat BATASAN AUDIT :
1. AUDIT SUPPORT, hanya mendukung audit keuangan. Jadi yang diperiksa hanya komponen-komponen IT yang terkait dengan transaksi keuangan. Umumnya pekerjaan seperti ini ditangani oleh KAP.
2. IT ASSESMENT, misalnya jika ingin mengukur bagaimana kinerja network (network assesment), bagaimana mengukur resiko keamanan (vulnerability assesment) atau sekedar quality control bagaimana penyelenggaraan kegiatan IT selama ini di suatu perusahaan.
3. SPECIAL PROJECT, biasanya ini terkait dengan keinginan perusahaan untuk memenuhi suatu standard tertentu semisal IT governance, SOX, cobit, BS7799. untuk itu sistem IT-nya perlu di audit agar memenuhi standard tersebut.
Asumsinya sama persis seperti di industri ada penerapan ISO9001 untuk QA atau 14000 untuk lingkungan.
PROSEDUR / PENDEKATAN AUDIT yang berkaitan dengan komputer :
1. AUDIT DISEKITAR KOMPUTER ( Audit Arround the Computer )
Pemeriksaan hanya terhadap masukan dan keluarannya saja, tanpa pemeriksaan mendalam terhadap penggunaan program. Jika data masukan dan keluarannya benar, maka kesimpulannya proses sudah dilakukan secara benar.
Keunggulan metode audit disekitar komputer adalah:
a. Sederhana.
b. Auditor yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.
Kelemahan :
Jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itupun akan berubah, sehingga auditor tidak dapat menilai/menelaah sistem yang baik. Dalam hal ini auditor harus waspada atas kemampuan sistem itu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.

2. AUDIT MELALUI KOMPUTER ( Audit through the Computer )
Dalam audit ini masukan, keluaran dan pemrosesan diperiksa. Auditor mengkaji logika program, menguji data, dan mengendalikan pemrosesan serta pemrosesan ulang. Fokus perhatian Auditor langsung pada operasi pemrosesan didalam sistem komputer.

Keunggulan pendekatan audit melalui komputer adalah :
a. Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
b. Auditor akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
c. Auditor dapat menilai kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi perubahan lingkungan.
Kelemahan :
Memerlukan biaya yang besar dan tenaga ahli yang terampil mengingat pendekatan ini demikian kompleksnya.

3. AUDIT DENGAN KOMPUTER ( Audit with the Computer ).
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan gabungan dari data klien, peranti lunak Auditor, dan peranti keras klien serta Auditor. Penggunaan komputer dan software audit khusus oleh Auditor dimaksudkan untuk otomatisasi prosedur pelaksanaan audit

SOFTWARE AUDIT yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua golongan :

1. Perangkat lunak audit terspesialisasi ( SAS/ specialized audit software)
SAS merupakan satu atau lebih program khusus yang dirancang oleh auditor agar sesuai dengan situasi audit tertentu. Software audit ini jarang digunakan karena penyiapannya maka waktu dan mahal, dan diperlukan keahlian auditor dibidang komputer. Cara penanggulangannya dapat dengan menggunakan program yang relevan dengan tujuan audit yang saat itu digunakan oleh perusahaan.

2. Perangkat lunak audit tergeneralisasi (GAS/ generalized audit software)
Perangkat lunak audit yang digeneralisasi terdiri dari seperangkat program komputer yang secara bersama melaksanakan bermacam fungsi pemrosesan data atau manipulasi data. GAS dikembalikan oleh kantor akuntan untuk berbagai tugas audit dan dapat digunakan pada berbagai perusahaan.
Sumber :
http://obyramadhani.wordpress.com/2010/04/14/it-forensik/
http://asyafaat.files.wordpress.com/2009/01/forensik_0-_-90_1s.pdf
http://www.cert.or.id/~budi/courses/ec7010/2003/rahmadi-report.pdf
http://denissopyan2004.blogspot.com/2009/04/uts-etika-dan-implementasi-sistem.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
apa yang ada di diri saya bukanlah apa-apa... nothing special... karna smua ini bukanlah milik saya..