Senin, 20 Desember 2010

Perbedaan hp Touchscreen Capasitive dengan Resistive

Ini merupakan pengalaman pribadi saya di saat saya menggunakan hp touchscreen milik Nokia yaitu N97 dengan miliknya BlackBerry yaitu tipe bb9800(Torch)..
gini ceritanya..
ketika saya membeli n97 saya mendapatkan stylush utk mentouchnya..
berbeda dengan Torch, dalam paket pembeliannya tidak terdapat stylushnya..
kemudian perbedaannya sangat terlihat sekali saat kita mentouch keduanya dengan jari..
klo saya pake n97 itu perlu tekanan dalam mentouchnya dengan jari..
tapi klo saya mentouch torch tanpa penuh tekanan dengan mudah itu tersentuh dan berfungsi apa yg saya sentuh..


Dari pengalaman itu saya mencari tau knpa hal itu bisa terjadi..
searching di google dan akhirnya saya menemukan jawabannya..
Ternyata N97 itu layar sentuhnya resistive yang artinya jika kita menggunakan sarung tangan atau apapun yg menyelimuti jari kita,maka ia akan tetap bisa berfungsi..
Tapi jika layar sentuh torch ia tidak bisa disentuh dengan sarung tangan atau yg lainnya karena ia menggunakan sensor jari..
jadi torch hanya bisa membaca sidik jari dari tangan2 kita...

Jadi klo mau beli hp layar sentuh sebaiknya perhatikan lebih lanjut dari layarnya,,Capasitive atau Resistive..
Smua itu ada positivenya,,tergantung dari para pemakai yg bersangkutan..
jika sering berkendaraan,atau tinggal ditempat yg bersuhu dingin yg mengharuskan memakai sarung tangan,ya mungkin lebih baik memakai layar sentuh yang resistive,dan begitu juga sebaliknya..


Inilah sedikit info dari saya semoga dapat berguna bagi pembaca,,kurang lebihnya mohon dimaafkan..

Selasa, 30 November 2010

Pendekatan-Pendekatan Pengembangan Sistem


Disamping metode tradisional SDLC, ada beberapa metode yang dikembangkan untuk melengkapi kelemahan-kelemahan yang ada dalam metode SDLC. Metode-metode itu antara lain:

•Structured analysis and structured design
Pendekatan ini lebih berfokus pada  bagaimana mereduksi waktu dan maintenace dalam pengembangan sistem.
Pendekatan ini juga langsung  mengintegrasikan perubahan jika diperlukan.
 
 Object oriented analysis and design
Pendekatan baru untuk pengembangan sistem, sering disebut sebagai pendekatan ketiga setelah pendekatan yang berorientasi data dan berorientasi proses.
OOAD adalah metode pengembangan sistem yang lebih menekankan pada objek dibandingkan dengan data atau proses. Ada beberapa ciri khas dari pendekatan ini yaitu object, Inheritance dan object class
 
• Prototyping
Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis.
Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses. Prototyping merupakan bentuk dari Rapid Application Development (RAD). Beberapa kerugian RAD:
 -RAD mungkin mengesampingkan prinsip-prinsip
   rekayasa perangkat lunak
 -Menghasilkan inkonsistensi pada modul-modul sistem
 -Tidak cocok dengan standar
 -Kekurangan prinsip reusability komponen
 
• Joint Application Design (JAD) 
Pada akhir 1970 an personil pengembangan sistem di IBM mengembangan proses baru untuk mengumpulkan requiremen SI dan mereview desain dengan nama JAD.
JAD adalah proses terstruktur dimana user, manager dan analis bekerja bersama-sama selama beberapa hari dalam 1 pertemuan bersama untuk mengumpulkan requiremen sistem yang akan dibangun.
 
• Participatory design
 
End user dilibatkan dalam pengembangan sistem dalam satu meja untuk persetujuan tentang sistem requirement dan sistem desain.
Pada perkembangannya desain sistem banyak disupport oleh pengggunaan software dan teknologi baru. Analisis
mengandalkan tool dengan tujuan :
o Meningkatkan produktifitas
o Berkomunikasi lebih efektif dengan user
o Mengintegrasikan pekerjaan yang telah dilaksanakan
  dari awal pengembangan sampai akhir.
Contoh-contoh tool yang digunakan adalah :
–Computer-Aided Systems Engineering (CASE -tools)
–Application Development Environments (ADE -tools)
–Process and Project Managers


Selasa, 12 Oktober 2010

TELEMATIKA

Sementara dari hasil membaca Pengantar Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut :

Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Jika membaca dari kedua tulisan diatas saya bisa menyimpulkan bahwa sampai saat ini kepanjangan Telematika masih rancu antara “Telekomunikasi dan Informatika” ataukah “Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika”. Saya sendiri dalam percakapan sehari-hari saya lebih sering menggunakan kata “IT” daripada Telematika ataupun ICT. Ataukah memang sudah seharusnya kita menggunakan kata Telematika untuk menggantikan kata IT ataupun ICT? Namun rasanya, kok terlalu dipaksakan ya, jika kita sendiri masih belum mengerti makna sesungguhnya.

Sesungguhnya Telematika diambil dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan dengan :
“Bertemunya jaringan komunikasi dengan telnologi informasi”
dari TELEMMATIQUE tersebut kemudian menjadi TELEMATICS dalam bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari : “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep : Computing and Communication.
Telematika menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) )
“Telematika” adalah istilah bahasa Indonesia yang kita (stakeholders) create sendiri,
yaitu merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”

ma=”Multimedia”

tika=”Informatika”,
atau konvergensi dari “3C”, “content”, “Computing”, and “Communication”.
Sementara itu definisi asli dari TELEMATIC (WIKIPEDIA) :
Penggunaan terpadu telekomunikasi dan informatika, juga dikenal sebagai TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Lebih khusus itu adalah ilmu tentang pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi.

pada saat ini ilmu Telematika banyak dipergunakan untuk peralatan komunikasi antara perangkat keras yang satu dengan yang lain dengan menggunakan tehnologi nir kabel, untuk fungsi-fungsi telematika seperti ini sering dipergunakan untuk : pengaksesan internet, pengiriman /penerimaan email,download digital audio dan video, maupun untuk navigasi (GPRS) yang menghubungkan antara perangkat handphone,pda,car system dengan komputer.
Hal yang disebutkan diatas adalah beberapa tehnologi/perangkat dengan bantuan “TELEMATIKA”
dan masih banyak hal-hal yang lain yang dapat dilakukan lagi.
Industri Telmatika tidak dapat dibatasi, beberapa hal lain yang sedang dikembangkan dan dipelajari dengan tehnologi Telematika adalah :
polusi air dan udara,informasi kesehatan dan hal-hal lainnya lagi.
Adanya perbedaan antara ilmu “Telematika” dengan “Telematique” seharusnya tidak membuat kita menjadi bingung karena kerancuannya, akan tetapi perbedaan ini harus membuat kita semakin giat untuk belajar, mengexplorisasi tentang ilmu ini, sehingga kita sebagai generasi baru untuk negara ini tidak menjadi tertinggal dari orang-orang yang lain.

DASAR HUKUM TELEMATIKA :

Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun dengan lahirnya UU ITE belum semua permasalahan menyangkut masalah ITE dapat tertangani. Persoalan tersebut antara lain dikarenakan :

1. Dengan lahirnya UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tidak semata-mata UU ini bisa diketahui oleh masyarakat pengguna teknologi informasi dan praktisi hukum.
2. Berbagai bentuk perkembangan teknologi yang menimbulkan penyelenggaraan dan jasa baru harus dapat diidentifikasikan dalam rangka antisipasi terhadap pemecahan berbagai persoalan teknis yang dianggap baru sehingga dapat dijadikan bahan untuk penyusunan berbagai Peraturan Pelaksanaan.
3. Pengayaan akan bidang-bidang hukum yang sifatnya sektoral (rejim hukum baru) akan makin menambah semarak dinamika hukum yang akan menjadi bagian sistem hukum nasional.
 

sumber:
1. http://johan-ku.blogspot.com/
2.http://bangunariyanto.wordpress.com/2009/10/05/pengertian-%E2%80%9Ctelematika%E2%80%9D/

Kamis, 03 Juni 2010

What?!?!

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-30 tahun.
Gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari mentah menjadi dimasak membuat makanan lebih lunak. Selain itu, pemeliharaan gigi modern mengalami kemajuan pesat. Akibatnya kerusakan pada gigi berkurang. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.

Sabtu, 22 Mei 2010

Resensi


Judul Buku       : Seperti Bintang
Penulis             : Regina Febyanti
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Pencetak          : Percetakan Ikrar Mandiriabadi, Jakarta
Tebal                : 223 halaman
Editor               : Indah S. Pratidina

Novel tersebut dibuat oleh Regina Febyanti, wanita tersebut lahir di Pekanbaru 29 Mei 1983. “Seperti Bintang”  merupakan novel kedua penulis dengan jumlah halaman 223. Novel pertama penulis berjudul “Dimana Kawanku”, setelah peluncuran novel pertamanya, penulis mendapatkan predikat pengarang Berbakat Lomba Novel TeenLit Writer 2005. Ini semua berawal ketika penulis mengikuti Lomba Cerpen Majalah Kawanku dan penulis menjadi pemenang Harapan I pada tahun 2001. Selain menulis ceritanya, penulis juga menggambar cover dan seluruh ilustrasinya. Pengalaman lucu dan agak mengesalkan yang dialami penulis sejak peluncuran novel pertamanya sehingga dia memiliki middle name “Kecoak”.
Dalam novel tersebut hal yang sangat ditekankan oleh penulis adalah tentang tulusnya menjaga persahabatan. Tokoh – tokoh dalam novel tersebut memiliki karakter yang berbeda – beda, namun karena perbedaan itulah para tokoh dalam novel tersebut harus bisa saling melengkapi satu sama lain.
Pada umumnya buku ini dikonsumsi oleh remaja-remaja berusia sekitar 13 sampai 19 tahun. Di mana masa-masa keingintahuan mereka sedang memuncak. Terlebih lagi nilai positif dari novel ini cukup banyak karena novel ini masuk ke dalam kategori komedi drama. Selain 10 tema yang menyoroti kehidupan remaja dari mulai kebiasaan remaja hingga kenakalan remaja.
Dalam kisahnya, mereka selalu menghabiskan waktu bersama – sama. Di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Mereka selalu mengatakan bahwa di dalam persahabatan harus terbuka satu sama lain. Tetapi penulis menceritakan kejadian yang dialami para tokoh tidak semulus jalan tol jagorawi, begitu banyak cobaan yang dialami para tokoh. Tetapi Penulis membuat kisah dalam novel ini seperti pada novel umumnya yaitu para Tokoh mencapai titik kebahagiaan dan memetik pelajaran dari apa yang telah dipelajari.
Secara garis besar novel ini bisa menjadi panduan wisata di pulau Bali, karena penulis mengkisahkan para tokoh berlibur ke Bali. “Teman itu seperti bintang, kadang terlihat, kadang tidak. Tapi kita tau dia selalu ada disana” itu merupakan salah satu kutipan yang terdapat dalam kisah ”Seperti Bintang” yang ditulis oleh Regina Febyanti ini. Sebagai pembaca pasti mempunyai makna yang dalam ketika membaca kutipan itu. Penulis berharap novel ini laku keras di pasaran, karena penulis akan meluncurkan karya-karya yang tak kalah seru setelah novel ini.

salahkah aku??

Aku hanya ingin mencoba menjadi diriku sendiri dan berusaha menjadi yang terbaik...
Aku ingin hidupku tak tergantung dengan siapapun di dunia ini kecuali Allah SWT..
Aku ingin dikelilingi dengan manusia-manusia yang mempunyai energi positif kepada ku...
Aku ingin membahagiakan smua orang-orang yang menyayangiku,,
Termasuk papbady quwh yg selama ini selalu buat ku ceria, senang, gembira..
Tp apa pantaskah aku dengannya???
Salahkah aku jika aku menyayanginya???
Semoga kita ditakdirkan untuk bersama ya kekasihku???
Amiiiiin,,,
trmksih....



_tmy_

tumpahan emosi...

Di saat aku merasa kecewa dengan apapun yg berhubungan dengan aku,,,knp aku merasa manusia yang sangat bodoh..???
Aku ingin marah pun tak bisa...
Aku hanya ingin mengatakan bahwa
"aku menyayangimu"
Maafkan aku jika kata2 ku terlalu "lebay"
Tapi itulah kata hatiku,,,

Mengenai Saya

Foto saya
apa yang ada di diri saya bukanlah apa-apa... nothing special... karna smua ini bukanlah milik saya..